

“Pernah beli yang harganya satu juta, tapi gak berani bilang istri. Masukin ke rumah juga harus ngumpet-ngumpet, tunggu istri tidur dulu.” Begitulah sepenggal pengakuan As (35), pria penggemar adenium yang tidak ingin namanya aslinya ditulis. Ia bahkan meminta tempat kerjanya dirahasiakan. Mungkin agar tidak ketahuan sang istri. Namun begitulah pengorbanan As mengoleksi tanaman berbonggol yang sampai saat ini jumlahnya telah mencapai puluhan pohon.
Karena kecintaannya terhadap tanaman jenis kamboja bonsai tersebut, ia rela mengeluarkan uang jutaan tanpa pikir dua kali. Istri pun tidak diberitahu, takut marah. Ia mengatakan waktu yang dihabiskan untuk merawat adenium merupakan saat yang menenangkan. Merawat pun bisa sampai lupa waktu.
“Anak-anak juga tidak berani mengganggu kalau bapaknya sedang berkebun, mau diguyur?” ujar As.
Ia pun aktif menjadi anggota mailing list (milis) adeniumania yang mengumpulkan para pencinta mawar gurun dari seluruh penjuru Indonesia. Anggota milis adeniumania saat ini mencapai hingga 1337 orang. Melalui milis ini, As dan ribuan anggota milis lainnya dapat saling berbagai informasi mengenai cara penanaman, perawatan dan bahkan membudidayakan adenium.
Tidak hanya di dunia maya, para anggota milis di beberapa daerah juga kerap mengadakan acara Paguyuban Sudi Mampir (PSM). Acara ini bertujuan mempertemukan sesama pencinta adenium anggota milis yang selama ini hanya berkomunikasi di dunia maya, agar dapat lebih akrab. Tidak hanya itu, mereka juga bertemu untuk bertukar koleksi ataupun meminta bibit jenis tertentu agar dapat dikawinkan dan mendapat anakan baru yang lebih baik.
Kali ini, adeniumania mengadakan kontes Budi Luhur Adenium Contest yang diadakan di kampus Budi Luhur, Cileduk. Kontes ini bertujuan mengakrabkan para anggota milis, sambil bersama-sama mempertontonkan kebolehan koleksi mereka. Walau sifatnya sebuah kontes, menurut ketua panitia kontes Dicky “Mbah Suro” Andryanto, acara ini lebih bertujuan untuk mendekatkan sesama anggota milis. Yang diperlombakan pun kategori nyeleneh dari standar kontes pada umumnya. Sebut saja kategori aku sehat lagi yang memperlombakan adenium yang sempat rusak atau “sakit” namun dapat disembuhkan dan dirangkai ulang oleh pemiliknya.
Dua tanaman milik As juga diikutsertakan dalam kontes lucu-lucuan versi adeniumania ini. Bukan untuk menjadi juara, ia hanya ingin menjajal sejauh mana tanaman kesayangannya dinilai oleh sesama pencinta adenium.
Herannya, acara tersebut seakan dibanjiri kaum adam. Bahkan umumnya mereka merupakan para pria berusia matang dan berkeluarga. Seakan demam bercocok tanam merupakan tren baru di kalangan bapak-bapak. Mereka membanjiri lapangan kampus Budi Luhur, sibuk bercengkrama, meneliti dan membahas koleksi adenium milik masing-masing.
Dicky mengatakan ada sebuah eksotisme tersendiri dari adenium yang tidak miliki oleh tanaman lainnya. Baik akar, batang, daun hingga bunga adenium memiliki keunggulan dan keindahan masing-masing. Ia juga menyebutkan ada kepuasan tersendiri, jika tanaman yang ia rangkai bisa tumbuh menjadi bentuk yang indah sesuai dengan keinginannya.
Dicky yang juga pengurus milis adeniumania menyebutkan, dari seribu lebih anggota milis, hanya sekitar sepuluh orang merupakan anggota wanita. Sisanya adalah pria yang rata-rata merupakan pekerja, pengusaha, dan pedagang andenium. Menurut Dicky, merawat bunga seperti adenium merupakan sisi lain dari para pria yang menyukai kelembutan, dibalik kekuatan mereka. Merawat bunga adenium seakan mengungkap sisi sensitif para pria yang mencintai keindahan.
Mainan Pria Berduit
Walau harga anakan adenium cukup terjangkau, sekitar Rp 30.000, koleksi satu dua jenis saja seakan tidak pernah cukup bagi para pencintanya. Mereka akan terus berusaha mengoleksi model berbeda, jenis berbeda, dan semua yang berbeda.
Dicky juga mengatakan rata-rata anggota milis adeniumania yang ia kenal merupakan pengusaha-pengusaha maupun orang-orang yang sukses di bidangnya. Mereka umumnya berusaha mengoleksi adenium-adenium dari jenis yang termurah hingga jenis yang termahal dan langka.
Mungkin koleksi berjumlah puluhan milik As masih terhitung kecil. Setidaknya dibandingkan dengan para penggila adenium serius yang bisa mengoleksi hingga ribuan. Sebut saja One Krisnata yang memiliki koleksi adenium hampir mencapai 3.000 pohon. Bagi Krisnata, memiliki setiap jenis berbeda merupakan kepuasan tersendiri. Koleksinya pun tidak bisa dianggap sepele, ada yang seharga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Yang bunganya warna ini, yang batangnya bengkok seperti itu, yang daunnya seperti itu. Seakan tidak habis puas semua jenis harus dimiliki. Mungkin bagi Krisnata, biaya bukanlah halangan untuk mencintai adenium. Namun seakan ingin lebih dari yang dimiliki orang lain, ia mulai menyilangkan berbagai jenis agar mendapat varian yang terbaru.
Koleksi-koleksi miliknya juga dilombakan hingga ke tingkat nasional. Jika sudah sampai ke tingkat nasional, harganya pasti dibandrol hingga ratusan juta rupiah. Sekilas hobi adenium mungkin terdengar mahal, namun bukan itu yang menjadi alasan Krisnata mencintai tanaman varietas kamboja jepang ini.
“Lekuk bonggolnya indah dan seksi,” tutur Krisnata. Di sela kesibukannya mengurus yayasan Universitas Budi Luhur, ia selalu menyempatkan diri merawat bunga adenium koleksinya. Ia mengatakan adenium merupakan salah satu alasan ia memilih lebih cepat pulang ke rumah setelah lelah bekerja seharian.
Menurut Krisnata merawat adenium setelah lelah bekerja merupakan hiburan yang menyegarkan. Melepas lelah dan suntuk. Koleksinya satu persatu dirawat, disiram, dan diamati kondisinya. Jika sudah berkutat dengan tanaman, sampai pagi pun tak terasa. Ayah bermain dengan si bunga kesayangan anak pun tidak berani mengganggu. Istri pun tidak banyak mengeluh. “Daripada ngerawat kembang desa, kan lebih baik ngerawat kembang beneran,” tutur Krisnata.
Begitu pula yang dialami oleh para pria penggemar adenium seperti Dicky dan As. Mereka juga mendapat pengalaman serupa. Keasyikannya menongkrongi kamboja bonsai ini mendapat dukungan dari istrinya. Walau mengabiskan banyak biaya mengoleksi berbagai macam jenis adenium, sang istri bahkan anak juga mendukung hobi tersebut. Biarpun tergolong hobi mahal, adenium dapat membuat sang suami betah di rumah. [Chrisantum Ayumi Tanggo]